Beranda > Uncategorized > >Geliat Prostitusi Ibukota

>Geliat Prostitusi Ibukota

>

LOKALISASI dan prostitusi di ibukota adalah barang haram. Kisah lama tentang lokalisasi sudah tak lagi bersambung. Sebut saja misalnya arena prostitusi di Kramat Tunggak, Jakarta Utara. Daerah haram jadah di utara Jakarta itu kini berubah menjadi kawasan ibadah, Islamic Center. Lokasi lain seperti di Kalijodo, Jakarta Barat serta Prumpung, Jakarta Timur juga telah rata dengan tanah. Tapi, apakah praktek bisnis syahwat sudah benar-benar tak lagi ada di Jakarta ? Tentu tidak.

Memang, diakui, masih banyak lokasi prostitusi lain yang terselubung kelas menengah ke bawah belum ditertibkan. Apalagi kelas menengah ke atas seperti di hotel berbintang, diskotek, panti pijat, atau pusat hiburan lainnya. Tentu tak semua hotel dan pusat hiburan memberikan layanan plus. Namun, prostitusi terselubung di balik tempat-tempat ’bersih’ itu memang beda dengan bisnis maksiat kelas bawah. Bisnis maksiat kelas bawah tak memberi hasil apapun bagi kantong daerah. Beda dengan yang berlindung di balik tempat hiburan kelas atas. Maklum, pusat hiburan dan hotel di ibukota menjadi salah satu lumbung pendapatan daerah bagi ibukota.

Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta Yusuf Effendi Pohan, pihaknya membantah jika dunia pariwisata DKI terutama kehidupan malam identik dengan prostitusi serta narkoba. Baik itu yang ada di hotel maupun hiburan malam seperti diskotek, panti pijat serta spa. Jika ada, itupun hanya bagian kecil dari ruang lingkup paket pariwisata yang digencarkan. “Pandangan bahwa dunia pariwisata terutama dunia malam identik dengan prostitusi dan narkoba itu salah perlu diluruskan. Ini juga yang menjadi penyebab buruknya citra pariwisata,” kelitnya.

Dari jumlah hotel di DKI sebanyak 770 hotel, tahun ini diperkirakan memberikan pemasukan PAD sebesar Rp 625 miliar. Sementara untuk tempat hiburan sebanyak 983 tempat hiburan diperkirakan memberikan pemasukan sebesar Rp 219 miliar. Wajar saja, hal itu membuat maraknya prostitusi di dua tempat tersebut seolah tidak tersentuh. Kecuali jika aksi prostitusi itu disertai dengan pesta narkoba atau pelanggaran hokum lainnya. Sebab, pemerintah untuk yang satu ini tidak akan tinggal diam. Selain itu juga yang melibatkan ekploitasi anak di bawah usia 18 tahun lantaran dianggap melanggar Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Data yang berhasil dirilis dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan, dari total para pelaku prostitusi di Indonesia, 30 persennya anak usia sekolah. Yakni, berjumlah sekitar 40 ribu hingga 70 ribu anak. Usianya di bawah 18 tahun. Tidak hanya itu, kekerasan yang dialami anak juga meningkat sangat drastis dari tahun ke tahun. Dengan jumlah sekitar 20 ribu pada tahun 2005, meningkat lima kali lipat pada tahun 2007. Diperkirakan angka kekerasan anak mencapai 40 ribu kasus.

Menurut Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta, anak-anak perempuan itu sangat rentan terhadap segala bentuk penyakit menular seksual. Termasuk HIV/AIDS. Sekaligus rentan terjadinya kekerasan dan eksploitasi yang dilakukan oleh germo, pelanggan dan orang tua.

Sekretaris Asosiasi Pengusaha Hiburan Indonesia (Aspehindo) Adrian Maulete saat dikonfirmasi tidak bisa dihubungi. Namun, sebelumnya, Adrian pernah menyatakan, kelompok artis yang didatangkan untuk bekerja pada hiburan malam sesuai dengan prosedur yang legal. Sedangkan wanita asing yang jadi PSK biasanya datang secara individu, tanpa melalui impresariat maupun sponsor, seperti menyamar sebagai turis. Sementara, pihaknya tidak mengetahui persis pengusaha mana yang mendatangkan artis asing tersebut. Namun, jumlah artis asing yang didatangkan itu diperkirakan mencapai ratusan orang yang umumnya penyanyi Mandarin. “Biasanya mereka bukan cuma menghibur pada satu lokasi, melainkan bergiliran kesejumlah lokasi lainnya dan dikombinasi dengan artis lokal. Tapi, kami sudah minta agar pengelola hiburan mematuhi aturan dan tidak menggelar atraksi porno seperti stiplease,” ungkapnya.

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: