Beranda > Uncategorized > >kunci memahami dan dipahami

>kunci memahami dan dipahami

>Masa remaja adalah masa menuju kedewasaan dan ditandai dengan ketidakstabilan emosi. Pada masa remaja ini, remaja lebih ingin banyak dipahami daripada memahami. Bagi remaja itu sendiri, dia ingin bebas dalam mencari jati dirinya namun terkadang terhalang oleh teguran terutama dari orang tua. Remaja menganggap bahwa orang di sekelilingnya tidak bisa memahaminya. Padahal kenyataannya tidaklah sepenuhnya demikian.

Hal ini menjadi salah satu masalah remaja yakni ingin dipahami sehingga sulit untuk memahami orang lain. Hukum alam yang sangat sederhana yakni manakala kamu ingin dipahami, kamu pun harus belajar memahami terlebih dahulu. Namun hukum ini sepertinya tidak berlaku sepenuhnya bagi remaja yang memang menginginkan kebebasan. Padahal mau tidak mau manusia harus belajar kunci memahami dan dipahami agar dapat berhubungan baik dengan orang tua, teman, saudara dan orang lain.

Untuk bisa memahami orang lain, kita harus terlebih dahulu bisa berpikir positif tentang orang tesebut. Dengan demikian, kita telah membuka diri untuk belajar memahami orang lain. Kalau pertama-tama kita beranggapan bahwa apapun maksud, perkataan maupun perbuatan orang tersebut memiliki niat yang baik maka kita akan lebih mudah memahaminya. Janganlah menghakimi atau menilai terlebih dahulu. Selain itu, untuk bisa memahami orang lain, bayangkanlah diri kita sebagai dia, bayangkanlah ketika kita berada di dalam posisinya. Hal ini akan memberi secercah penjelasan mengenai alasan perilakunya.

Jika kita bisa dipahami oleh orang lain tentu akan menyenangkan. Namun seringkali juga muncul masalah dari keadaan “dipahami”. Seringkali pemahaman orang lain tentang diri kita terkadang tidak sepenuhnya benar. Oleh sebab itu, perlu untuk sering berkomunikasi, mengobrol dan bertukar pikiran guna meluruskan pemahaman tersebut.

Sadarilah pula bahwa terkadang kita juga salah dalam memahami orang lain, jadi mungkin saja orang lain juga salah memahami diri kita. Mungkin saja orang lain itu telah mencoba memahami kita namun pemahamannya tidak sepenuhnya benar. Akibatnya terjadi kesalahpahaman. Walaupun bukankah hal ini lebih baik daripada tidak ada usaha sama sekali untuk memahami. Nah, para remaja seringkali tidak menyadari akan hal ini.

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: