Beranda > Uncategorized > >Belaian Nafsu Gadis Malam

>Belaian Nafsu Gadis Malam

>

Siapa tidak kenal ratna, gadis paling seksi dan berisi di cafe de’ alabama. Yang ukuran dadanya tidak kalah dengan ayu azhari..

Sosoknya periang, namun kadang juga terlihat anggun. Bulu matanya lentik, membingkai matanya yang indah bagai bola pimpong. Tapi siapa yang tak tahu senyumnya, alamak.. menggoda sekali.

Syuurr…tubuhnya selalu menebar keharuman murni green tea..membuat pikiran melayang2…hilang ingatan…hanyut dalam cengkraman tubuh yang aduhai..tanpa kata dan tanpa dosa..

Pesonanya ibarat sekuncup bunga kusuma wijaya, selalu dinanti-nanti. Walau mata telah lelah menanti mekarnya, namun hati tak mau tahu.

Lihatlah kulit mulusnya, membuat lelaki selalu ingin menyentuhnya.

Namun entahlah mengapa, tak ada seorang pun lelaki yang berani mendekatinya…

Mungkin karena masa lalunya …

Ahh!! tapi entahlah, tidak ada yang tahu asal usulnya secara rinci, siapa ayahnya, siapa ibunya, dimana keluarganya, semuanya masih menjadi misteri bagi semua orang..

Saat ini ia sedang duduk sendirian di cafe de’ alabama.

Terdiam, memandangi gelasnya yang jenjang. Memutar-mutarkan jari jemarinya di antara lengkungan gelas kristal. Lalu, dihembuskannya nafasnya yang panjang ke luar dari bibirnya yang tipis.

Matanya dengan lembut menyapu seluruh sudut ruang cafe de’ alabama, mengintai mangsa dari sudut cafe.

Tiba-tiba saja hatinya tersentak, “gila, aku kan sudah berjanji pada hati kecilku sendiri untuk menghilangkan sifat jahilku yang suka mempermainkan hati laki-laki. Duh, gimana sih!!” gerutunya kesal.

Ratna tak menyadari sedari tadi ada lelaki paruh baya yang memperhatikan gerak geriknya..

Oleh lelaki itu dipandagi lekat-lekat betis jenjangnya, menaik sampai mata Ratna. Mereka berdua beradu pandang. “Tidak mungkin, apa itu Galih?” tanya Ratna pada hatinya.

“Galih?? Ya betul! Dia, korban terakhirku. Ya ampun, apa yang harus kulakukan sekarang ini ya? Apa aku pergi saja dari tempat ini??” tiba-tiba Ratna menggeser bangkunya dan berdiri, namun…

Ia terpeleset kulit pisang yang dibuang sembarangan oleh salah satu pengunjung cafe. ia hampir jatuh, seperti dalam adegan slow motion. dan, Galih dengan sigap menangkapnya sebelum ia jatuh. “Ga.. Galih..” kata Ratna kaget.

“Aduh…, hati-hati dong… Kamu itu, tidak pernah tidak ceroboh”, bisik Galih lembut di telinga Ratna. Ratna kini berdiri berdampingan dengan Galih. Dia hanya sanggup terpaku kaku tanpa daya. Ada rasa, entahlah…

Kaki Ratna terasa begitu lemas, tak mampu berdiri rasanya. Galih masih memegangi Ratna dengan kedua tangan kekarnya.

“Maaf mas, saya ada urusan..”, tampik Ratna sambil berlalu pergi. Galih hanya dapat menatapnya pergi dan semakin jauh darinya. “Ratna, hmmm… Kamu tetap cantik dan seksi… Ada apa denganmu, kenapa kamu menghindariku?!?” keluh hati Galih.

Begitu keluar kafe, Ratna dicegat oleh 3 orang lelaki bertopeng. “KYAAAAAAAAAA!!!!!!” teriak Ratna.

“Berikan keperawananmu !!!” ancam salah seorang lelaki itu . “Tidak, Berikan kesucianmua!!” kata lelaki lainnya . “berikan saja daleman muu !!! aduhh booo jadi napsu dehk eike,… ” kata lelaki terakhir.

“Kalian mau apa!!!!” bentak Ratna sambil memasang kuda-kuda. “Ayo, kalau berani!!” bentaknya lagi. “Duh, dasar goblok!! Cari mampus mereka!! Belum tahu mereka siapa Ratna hehhh…” gerutu Galih yang memperhatikan dari kejauhan.

Ni rahasia ya? Jangan bilang siapa2, dulu Ratna sebelum operasi adalah seorang Lelaki Tulen!!! Pendekar Silat, maka ngadepin 3 cowok beginian mah : keciiiill!

Tiba-tiba saja, ketiga lelaki itu lari tunggang langgang entah kemana. Ratna, hanya menarik nafas lega. “Untung tidak jadi mereka menyerangku. Andai jadi, bisa kalah telak nih!!” gerutu Ratna sambil merapikan kemejanya.

Namun Ratna merasa ada yang aneh.. Sepertinya dalemannya ilang.

Setelah melihat kiri dan kanan Ratna melihat dalamannya ternyata berada ditangan Galih, rupanya terlepas saat ia terpeleset kulit pisang..

“Kenapa bisa dalaman sepatuku ada di tanganmu, mas??” tanya Ratna penuh ingin rasa tahu. “Maaf, tadi waktu kamu hendak melawan mereka, dan menyiapkan kuda-kuda, sepatumu kan sempat terlempar dan dalemannya lepas mengenai badanku”, sahut Galih ramah.

Muka Ratna langsung memerah, lebih merah daripada warna dalemannya, kemudian dengan malu2 ia berkata “Mas, maukan kau memakaikan dalemanku?”.

“Glekhs”, Galih menelan air ludah. “Waaah, tapi … nanti, duh,,, OKE!”. Ealah, ternyata Galih mah, suka bgtz.

Galih langsung mengajak Ratna kekamar mandi terdekat, buru-buru langsung ditutupnya pintu kamar mandi tersebut, kemudian barulah dia menyadari sesuatu… “eeee… Cara masang daleman gimana yach?” oalah… ternyata Galih belum pengalaman..

Maka, dengan menyembunyikan dari Ratna, segeralah Galih menelpon diam-diam ke Momonz, teman seperjuangannya, “Monz, gimana nih cara makein daleman cewek? Gw ga tau banget nih. Dari atas atau bawah dulu nih?”, bisik Galih ke HP-nya.

“Pertama lo angkat kaki kanan dulu keatas, trus masukkan kaki kiri lo ke daleman tsb, dilanjutin dgn kanan, angkat pelan2 penuh perasaan, kemudian gulung tu daleman dipinggang lo, beress kan??” terdengar suara Momonz memberi intruksi dr jarak jauh..

Galih manggut-manggut, dia segera mempraktekkan apa yang dikatakan Momonz. “Ayo Ratna sini tk pake’ in” kata Galih. Galih mulai dengan mengangkat kaki kanan Ratna. Sentuhan tangan Galih membuat Ratna merem melek.Tp Naasnya KRAKKK!, dalemannya sobekkk.

ah, untung saja Ratna tidak menyadarinya… Galih masih melanjutkan perjuangannya dengan keringat dingin yang terus mengucur deras.. Pengalaman pertama makein daleman cewek seperti masang ranjau darat saja, salah sedikit bisa “meledak”.

“aaah,, mas galih!!!” keluh Ratna.

dan jam dinding seakan semakin keras berdetak kedengarannya.

“ah, akhirnya selesai juga”, ucap ku lega. Tak terasa sudah satu jam aku berusaha membantu Ratna memakaikan dalemannya.

Ahhh..mas Galih tolongin nih melorot lagi….” ckckckckckckckckck” gumam Galih.

Apa daya,pemandangan itu terpampang jelas. Terlihat jelas dari pandanganku,….

wawwwwww…..apa itu…

ternyata Ratna memakai daleman dengan gambar kelinci… “kok aku baru sadar sekarang ya” pikirku dalam hati.

“Kau suka ya? Aku dpt ini dari hadiah online di situs Playboy.com”, rayu Ratna sambil memerkan gambar Kelinci culun itu.

“Oh… lucu2 kataku” menjawab sekenanya… sebenarnya aku tidak memperhatikan kelinci itu, melainkan kemolekan tubuh Ratna.. “damn, kelinci yang beruntung” pikir ku dalam hati.

Seandainya aku jadi kelinci itu…. Galih membayangkannya….

tiba-tiba Galih tersadar, kalo itu cuma mimpi. sekian.

Setelah terbangun dari tidurnya, ia kaget melihat Ratna ada di sampingnya tertidur pulas tanpa memakai busana.

Saking terkejutnya ia sampai jatuh dari ranjangnya… Ia bingung harus berbuat apa… apakah ia harus membangungkan Ratna atau membiarkannya saja.

Ratna pun terbangun karena mendengar suara Galih yang terjatuh dari Ranjang.

” Apaan sih ribut-ribut…aduh kok bajuku copot semua, hayo kamu yang copot ya Galih??? Ngaku hayo…

Saat itu aku benar2 bingung… tidak tau apa yang terjadi…. mendengar pertanyaan Ratna aku hanya terdiam tidak tau harus berkata apa… TIba2 Ratna kemudian tersenyum dan mendekati ku dan mencium kening ku… “Terima kasih mas” katanya lirih….

“Uuugh, terimakasih apa ini?”,batinku. “Eeeeh, tentang apa Ratna???”, tanyaku polos. “Terus, bagaimana kau bisa ada di ranjangku????”. Aneh deh.

Ah…kamu ini kropos banget si..eits polos banget mksdx..ya itu2.. Aku tadi gak tau habis tidur sudah ada di ranjangmu. jangan2 aku jalan sendiri dalam keadaan tidur…tapi gak papa deh amal…

“eh, btw Mas Galih, baju ku dimana yach” tanya Ratna kemudian… Pertanyaan yang mengejutkan, karena jangankan bajunya, baju ku sendiri saja aku tidak tau dimana keberadaannya..

sama seperti cerita bulet-bulet merah.

ishh.

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: