Beranda > Uncategorized > >Cerita Malam "Derita Gadis Malam"

>Cerita Malam "Derita Gadis Malam"

>

Sita adalah tulang punggung keluarga, ia harus membiayai adiknya, Ridho, sekolah dan juga Yasmin yang sedang dalam keadaan sakit. Selama ini Sita berbohong kepada ibu dan adik-adiknya tentang pekerjaan Sita, Sita mengaku sebagai penyanyi café. Padahal Sita bekerja sebagai wanita penghibur, dia terpaksa melakukan pekerjaan kotor itu untuk memenuhi kebutuhan keluraganya.

Sita memang sering mendapat perlakuan tidak baik dari kliennya, seperti tamparan dan lain-lain. Namun Sita tetap sabar, dia sering berfikir untuk berhenti dengan pekerjaannya, namun ia bingung karena ijazah-nya cuma SMA.

Sering juga para tetangganya penggunjing tentang pekerjaan Sita yang sering pulang pagi. Bahkan ada yang keceplosan bergosip bahwa jangan-jangan Sita wanita penghibur. Ridho pernah merasakan itu, salah satu temannya bertanya tentang pekerjaan kakaknya yang penyanyi café, menurut temannya banyak wanita yang mengaku menjadi penyanyi café padahal wanita penghibur, pernyataan temannya membuat Ridho marah dan langsung menghajar temannya tersebut. Esoknya keluarga Sita mendapat tamu, seorang ibu yang langsung marah-marah. Dia tak terima tulang hidung anaknya patah dihajar Ridho. Ibu itu minta ganti rugi. Sita terpaksa merelakan uang yang harusnya buat berobat Yasmin, untuk ganti rugi.

Suatu malam, Sita kembali mendapat tamu baru, namun sayang rupanya tamu itu sudah dibuntuti oleh istrinya, saat sedang berada di kamar hotel, istri sang tamu menangkap basah, Sita habis dicaci maki. Sepulang dari hotel masalah kembali dialami Sita, sekelompok pemuda berusaha berbuat nakal, beruntung ada ronda malam, Sita tertolong. Sita sangat pedih dengan kehidupan yang ia jalani, hingga saat melewati sebuah mesjid Sinta menangis. Sita sadar betapa dosanya sudah terlampau besar, tiba-tiba seorang ustadz menghampiri, ia bertanya kenapa Sita menangis. Sita mulai bercerita, ustadz akhirnya menyarankan Sita kembali kejalan Allah.

Ibu Sita menanyakan tentang kabar tentang Sita yang pekerjaannya, Sita jujur mengakui kalau dirinya bukan penyanyi café melainkan wanita penghibur, Ibu Sita marah. Tiba-tiba mereka mendengar suara Yasmin yang memanggil, ternyata itu suara terakhirnya, Yasmin meninggal. Sejak itu Sita bertekad untuk mencari kerja yang halal demi keluarganya sementara Ridho membantu kakaknya dengan berjualan Koran.

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: