Beranda > Uncategorized > >Alasan Pelajar SMP masuk ke dunia Prostitusi lewat Facebook

>Alasan Pelajar SMP masuk ke dunia Prostitusi lewat Facebook

>

Setelah menangkap pelaku prostitusi anak melalui internet pekan lalu, hingga kini Kepolisian Resor Jakarta Pusat terus pengembangan jaringan lain dari praktek ini.

Selain akan mencari jaringan lain, polisi juga menelusuri pria hidung belang yang kerap masuk dalam praktek prostitusi anak-anak yang masih pelajar SMP ini.
Alasan Pelajar SMP masuk ke dunia Prostitusi lewat Facebook

Alasan Pelajar SMP masuk ke dunia Prostitusi lewat Facebook

Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, ada lebih dari seratus orang yang telah diperjualbelikan oleh pelaku DD, untuk kepentingan eksploitasi seksual.

Sementara, polisi baru mengamankan tujuh korban pelajar sekolah tingkat SMP. Berdasarkan keterangan, mereka dijual dengan tarif Rp500 ribu hingga Rp2 juta.

Mengapa para pelajar SMP ini rentan terjerumus praktek prostitusi? Menurut Kriminolog Universitas Indonesia, Adrianus Meilala, ada tiga sebab mengapa para siswi SMP berusia belasan tahun dan masih belia terjerumus dalam tindak kriminal dan dunia prostitusi.

Pertama, para gadis belasan tahun ini masih senang hidup berkelompok dan meniru sikap teman satu kelompoknya serta mengatasnamakan solidaritas.

Ketika salah satu teman kelompoknya terjun dalam dunia yang hitam yang dianggap menawarkan keuntungan, mereka pun tidak segan mengikuti. Sehingga tidak heran jika para korban umumnya tinggal berdekatan atau dalam satu sekolah.

Kedua, kemungkinan para gadis usia belasan tahun itu ingin hidup mewah dan memiliki sesuatu benda mewah seperti yang dimiliki temannya. Dan prostitusi dianggap sebagai jalan keluar untuk memenuhi kebutuhan mereka terhadap materi.

Ketiga, karena keterbatasan pengetahuan para gadis itu atas bahaya yang mengancam seperti penyakit kelamin dan lainnya. Sehingga membuatnya lebih berani dan hal ini akan mudah dimanfaatkan. “Dengan bujuk rayu dan iming-iming tentu akan lebih mudah,” katanya.

“Ini tentu berbeda dengan gadis yang berusia di atasnya yang melakukan penuh kesadaaran,” ujar Adrianus Meilala kepada VIVAnews.com.

Sementara itu, mengenai realitas maraknya praktek prostitusi melalui jejaring sosial yang mewabah di dunia maya, Adrianus menilai para orang tua sudah seharusnya mengikuti perkembangan teknologi agar dapat mengawasi pergaulan anaknya.

“Para orang tua saat ini jangan terlalu gaptek (gagap teknologi), harus mengejar perkembangan teknologi,” ujar Adrianus.

Jika para orang tua memang tidak mampu mengikuti perkembangan teknologi, maka perlu ada kompensasi agar putri mereka tidak terjerumus dan menjadi korban oleh oknum kejahatan.

Menurutnya, penyalahgunaan situs jejaring sosial saat ini tidak dapat dihindari lagi. Karena sifatnya yang amat terbuka. Siapa saja bisa membuat akun secara cuma-cuma. Sehingga Facebook bisa digunakan untuk berbagai tujuan, baik maupun jahat.

“Tidak bisa diseleksi, karena sifatnya yang terbuka,” ujar Adrianus.

Selain itu, maraknya penjualan gadis melalui dunia maya, Adrianus menilai karena saat ini transaksi di dunia maya masih dianggap dapat meningkatkan nilai barang jualannya dan terlihat lebih bergengsi.

Selain mudah, cepat, gampang dan volume mengakses yang cukup besar, media promosi di internet dapat meningkatkan gengsi nilai penjualan.

“Berbeda jika dengan cara konvensional di jalan-jalan yang terkesan murahan,” ujarnya.

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: