Beranda > Uncategorized > >Fitnah, Intrik Rebut Tahta

>Fitnah, Intrik Rebut Tahta

>

Image

Kelompok Teater Koma tampil dalam pementasan berjudul Sie Jin Kwie Kena Fitnah di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (3/3) malam. Naskah karya Tiokengjian dan Lokoanchung disutradarai oleh Nano Riantiarno tersebut dimainkan apik dengan menggabungkan opera China, boneka potehi, golek menak, wayang orang, dan wayang tavip.

Istana Dinasti Tang dilanda konflik perebutan takhta. Jenderal Perang Sie Jin Kwie pun difitnah, sebuah intrik di lingkaran istana untuk merebut kekuasaan.

Teater Koma menghadirkan sekuel lakon Sie Jin Kwie dengan intrik yang lebih menyengat dengan set panggung yang tetap megah.Lakon Sie Jin Kwie Kena Fitnah yang digarap Teater Koma kali ini merupakan bagian kedua dari trilogi Sie Jin Kwie. Awal Februari 2010 lalu, Teater Koma telah menuntaskan bagian pertama naskah Sie Jin Kwie karya Tio Keng Jian dan Lokaonchung hampir selama satu bulan dengan tiket selalu ludes.Kemegahan pentas Sie Jin Kwie bagian pertama tetap diusung Teater Koma dalam pertunjukkan yang digelar di Graha Bhakti Budaya 4–26 Maret 2011.

Jika pada bagian pertama Teater Koma lebih mengangkat perjalanan Sie Jin Kwie semasa menjadi prajurit hingga diangkat menjadi Jenderal, untuk produksi ke-122 teater Koma kali ini,mereka lebih banyak menyajikan intrik-intrik politik di sekitar kerajaan.Tidak ada peperangan yang dahsyat seperti pada bagian pertama. Namun, justru di sinilah kekuatan cerita dan karakter para pemainnya diuji. “Kekuatan dalam cerita Sie Jin Kwie Kena Fitnah kali ini lebih pada intrik-intrik di dalam istana. Persoalan itu muncul manakala raja memberikan perhatian lebih kepada Sie Jin Kwie,” ungkap sutradara Teater Koma Nano Riantiarno kepada wartawan usai pementasan perdana Sie Jin Kwie Kena Fitnah di Graha Bhakti Budaya kemarin.

Pada bagian kedua kali ini, Teater Koma memang merancang segala sesuatunya dengan lebih dahsyat. Desain kostum masih sama seperti pentas yang pertama. Namun untuk set panggung, Teater Koma membangun istana Raja Lisibin dengan megah. Set panggung yang megah ini juga kerapkali berganti-ganti. Paling dahsyat ketika penonton dikejutkan dengan hadirnya genta raksasa yang diangkat oleh beberapa orang. “Jika dibanding pertunjukkan lalu, set panggung memang kami rancang lebih megah. Istana hingga perlengkapan lain lebih megah. Pada bagian akhir, kami pertemukan dua jenderal yang hendak berperang,” papar Nano. Kisah kedua dari trilogi Sie Jin Kwie bermula ketika Raja Lisibin menganugerahi Jenderal perang berbaju putih, Sie Jin Kwie sebuah wilayah dan mengangkatnya sebagai raja muda setelah mengalahkan Jenderal Kaesobun dari istana Raja Kolekok.

Anugerah dari Raja Lisibin ini membuat kerabat istana Raja Lisibin, Litocong, naik pitam. Litocong merasa yang diberikan Lisibin kepada Sie Jin Kwie terlalu berlebihan.Atas hasutan dari istrinya, Biejin dan pembantu rumah tangga mereka Thiojin, Litocong pun semakin menjadi-jadi. Biejin dan Thiojin sendiri merupakan salah satu kerabat dari marga Thio. Pada bagian pertama kisah Sie Jin Kwie, Thiosukwie merupakan panglima perang pertama istana Kerajaan Lisibin.Semua keturunan marga Thio ini dibunuh Sie Jin Kwie.Sebelumnya Thiosukwie hendak membunuh Sie Jin Kwie meski Raja Lisibin menghendaki Sie Jin Kwie masuk sebagai prajurit perang. Pengaruh dari Biejin dan Thiojin yang menaruh dendam kepada Sie Jin Kwie ini menjadikan Litocong membuat skandal pembunuhan terhadap Sie Jin Kwie. Mereka merancang perangkap dengan membuat titah palsu Raja Lisibin agar Sie Jin Kwie pergi ke ibukota sendirian tanpa pengawalan.

Di sinilah lakon tersebut semakin menarik, Litocong bekerja sama dengan Beijin dan Thiojin merancang fitnah keji kepada Sie Jin Kwie. Sie Jin Kwie yang diajak ke istana Litocong diberi minuman yang sudah dicampur racun hingga membuat Sie Jin Kwie tidak sadar selama satu pekan. Saat Sie Jin Kwie tak sadar inilah, mereka merancang fitnah bahwa Sie Jin Kwie memerkosa anak perempuan Litocong. Belakangan justru anak perempuan Litocong melakukan bunuh diri karena tidak setuju dengan rencana Litocong. Kematian anak Litocong ini semakin membuat dendam mereka semakin menjadi-jadi. Mereka menyelipkan cerita, Sie Jin Kwie membunuh anak Litocong setelah memerkosanya. Raja Lisibin yang mendengar cerita Litocong dalam sidang istana naik pitam.

Memerkosa dan membunuh keponakan Raja Lisibin merupakan pelanggaran berat, tanpa ampun Raja Lisibin pun menjatuhkan titah untuk menggantung Sie Jin Kwie. Namun, hampir seluruh panglima Kerajaan Lisibin tidak setuju dengan kebijakan ini. Mereka ingin ada pengadilan khusus untuk menginvestigasi kasus ini.Pasalnya, ketika Sie Jin Kwie dibawa ke pengadilan agung,Sie Jin Kwie justru mendengkur. Mereka yakin, ada apa-apa hingga Sie Jin Kwie tidak sadar. Investigasi dari panglima dan kerabat istana lainnya ini terus dihalang-halangi Litocong yang tidak ingin perbuatannya terbongkar. Intrikintrik pun disiapkan.Meski kerabat istana lain tahu dalang dalam intrik ini, mereka tetap saja tidak bisa berbuat apa-apa selain memengaruhi raja.

Panggung dibuka dengan penampilan dalang yang diperankan Budi Ross, untuk mengenalkan cerita lewat pertunjukkan wayang tavip.Wayang tavip merupakan wayang rancangan dari M Tavip. Jika dalam pertunjukkan wayang kulit, bayangan wayang hanya satu warna hitam, tapi pada wayang tavip bisa warna-warni. Teater Koma memang menyelipkan beberapa kesenian dalam satu panggung teater ini. Selain wayang tavip, juga ada wayang orang yang acting pemeran- pemeran ini berlagak seperti wayang orang,maupun wayang golek yang digerakkan dalang.

Kemegahan tata cahaya yang dibalut musikal dan lagu mulai dari rock, pop, jazz, hingga kasidah menjadikan pertunjukkan ini semakin kaya warna.Tidak heran jika setiap pertunjukkan Teater Koma selalu dipadati penonton yang terkesima dengan kejutan- kejutan yang ditampilkan. sofian dwi

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: