Beranda > Uncategorized > >Krisis Nuklir Jepang Memburuk

>Krisis Nuklir Jepang Memburuk

ImageWarga yang dievakuasi dari wilayah barat Fukushima sedang menjalani pemeriksaan radiasi di Kota Nihonmatsu Prefektur Fukushima, kemarin. Radiasi nuklir mengancam Jepang usai ledakan di reaktor Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima.

SENDAI – Krisis nuklir Jepang kemarin memburuk lantaran teknisi dan para ahli gagal menangani kerusakan di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima. Para teknisi bahkan sempat diperintahkan untuk menarik diri dari reaktor nuklir Fukushima akibat tingkat radiasi yang melonjak.Kegagalan mereka menyebabkan kekhawatiran yang makin membesar bagi seluruh rakyat Jepang dan negara-negara lain di sekitar Negeri Sakura itu.

”Sekitar pukul 10.40 (waktu setempat), kita memerintahkan evakuasi bagi para pekerja menyusul kenaikan tingkat radioaktif di sekitar pintu gerbang PLTN,” kata pejabat Badan Keselamatan Nuklir Jepang kemarin seperti dikutip AFP. Keputusan pengelola PLTN itu didukung penuh Pemerintah Jepang.Sekretaris Kabinet Jepang Yukio Edano mengatakan, keputusan untuk menghentikan operasi diambil setelah asap terlihat kembali dari reaktor nomor tiga. Sebelumnya ledakan kembali terjadi di reaktor nomor empat yang merupakan insiden kedua dalam dua hari terakhir.

”Para pekerja tidak bisa lagi melakukan pekerjaan minimal di PLTN saat ini karena risiko radiasi,” kata Edano seperti dikutip dari BBC.Kendati demikian, Edano mengutarakan, tingkat radiasi nuklir saat ini sudah menurun dari 1.000 millisieverts menjadi 600-800 millisieverts. Para petugas saat ini tengah menyelidiki penyebab ledakan di reaktor empat dan munculnya asap di reaktor tiga.Edano menjelaskan, ada kemungkinan asap yang muncul disebabkan uap air yang menyebabkan radiasi lebih tinggi.

Akibat kegagalan penanganan krisis nuklir di PLTN Fukushima, jutaan warga Jepang cemas, terutama di kota-kota yang berdekatan dengan PLTN. ”Apa yang kita takutkan adalah kebocoran radiasi dari PLTN,”kata Kaoru Hashimoto, 36, seorang ibu rumah tangga yang tinggal 80 kilometer dari PLTN. Wali Kota Koriyama di dekat PLTN Fukushima, Masao Hara, mengaku, pemerintahannya membutuhkan bantuan secepatnya bagi ribuan pengungsi.”

Kita menampung banyak orang yang dievakuasi dari orang-orang di sekitar PLTN,”kata Hara. Sebanyak 200.000 orang dievakuasi dari radius 20 km sekitar PLTN setelah terjadi serangkaian ledakan sejak Sabtu (12/3).”Orang-orang tetap khawatir, tetapi mereka bertindak tenang,”kata Hara.

Kaisar Berpidato

Kaisar Jepang Akihito kemarin menyatakan kepedulian mendalam terkait rentetan bencana yang melanda Negeri Matahari Terbit. Dalam pidato di televisi yang sangat jarang dilakukan,Kaisar menyatakan belum mengetahui jumlah korban yang meninggal akibat bencana di Jepang. ”Jumlah rakyat yang tewas semakin meningkat dari hari ke hari dan kita tidak mengetahui berapa banyak orang yang bakal menjadi korban,” kata Akihito.

”Saya berdoa untuk keselamatan bagi banyak orang,”tuturnya. Kaisar berbicara setelah para teknisi diperintahkan meninggalkan PLTN Fukushima. Stasiun-stasiun televisi menghentikan siarannya saat Kaisar tampil dengan wajah sedih yang melukiskan bencana alam ini dalam skala luar biasa. ”Dari lubuk hati terdalam, saya harap rakyat saling membantu, saling merawat dengan kasih sayang dan mampu menghadapi masa-masa sulit ini,”katanya.

Jumlah korban gempa dan tsunami mencapai 11.000 dengan 3.676 orang dilaporkan tewas dan 7.558 dikabarkan hilang. Bisa jadi, jumlah korban semakin bertambah lantaran bencana nuklir berada di depan mata warga Jepang. Kaisar yang berusia 77 tahun itu juga mengatakan, dirinya sangat prihatin dengan situasi tidak terprediksi pada PLTN Fukushima nomor satu. ”Saya berharap kita bakal terhindari dari situasi yang memburuk,”kata Akihito.

Kaisar yang dianggap rakyat Jepang sebagai keturunan matahari ini juga berterima kasih kepada seluruh relawan dan pemerintah asing yang mengirimkan bantuan. Seorang Juru Bicara Badan Rumah Tangga Kaisar menyatakan, momentum pidato Kaisar sangat jarang terjadi. Setelah gempa bumi di Kobe pada 1995 yang menewaskan 6.400 orang, Akihito hanya membuat pernyataan tertulis.

Rusia dan China Panik

Tidak hanya di Jepang, ancaman radiasi akibat ledakan (PLTN) Fukushima juga memicu kepanikan warga Rusia danChina.WargaKota Vladivostok, Rusia, kemarin mulai menyimpan yodium sebagai obat pencegahan radioaktif.Mereka juga mengecek tingkat radiasi akibat kekhawatiran penyebaran material udara yang mengandung radioaktif dari Jepang.

Aparat pemerintahan setempat telah menjamin bahwa tidak ada bahaya radioaktif akibat rusaknya PLTN Fukushima nomor satu yang berjarak 1.000 km dari kota tersebut.Kementerian Darurat Rusia telah menyatakan bahwa tingkat radiasi masih normal dan tidak membahayakan kesehatan. Namun, para penduduk di Primorye dan Sakhalin,wilayah Rusia yang paling dekat dengan Jepang, tetap khawatir dengan ancaman radiasi.

”Anda tidak pernah mengetahui apa yang bakal terjadi nanti. Hari ini situasinya seperti ini, tetapi besok angin juga bisa berubah dan kita bisa terkena radiasi,” ujar salah satu penduduk, Tatyana Zaitseva. Di Hong Kong, krisis nuklir Jepang juga membuat ribuan warga membeli yodium yang semakin melambung harganya. Ada tawaran di internet satu paket yodium mencapai USD500. Sekadar diketahui, konsumsitabletyodiumdiyakini bisa mengurangi pengaruh paparan radioaktif.

Bantu Jepang

Dari dalam negeri, Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa menyatakan, pemerintah bakal mengucurkan dana US2 juta (sekitar Rp17,5 miliar) untuk membantu Jepang. Pemerintah juga berencana mengirim 11 orang yang akan membantu penanggulangan bencana di Jepang. ”Dalam situasi seperti ini, kita tidak lagi berpikir sebagai sebuah negara. Kita harus bergerak bersama, bahu-membahu. Kami yakin,Jepang akan bangkit kembali,” ucap Marty dalam konferensi pers bersama Wakil Menlu (Wamenlu) Jepang Makiko Kikuta di Jakarta tadi malam.

Secara khusus Kikuta ikut menyampaikan kondisi terbaru di fasilitas nuklir Fukushima Daiichi.”Warga pada radius 20 kilometer sudah diungsikan ke luar area (fasilitas nuklir).Penduduk pada radius 20 hingga 30 kilometer dari fasilitas nuklir juga sudah diberi peringatan supaya tidak ke luar dari rumah,”katanya. Marty menabahkan, Pemerintah Tokyo telah berupaya maksimal untuk menstabilkan situasi. ”Semua warga, tidak peduli dari mana,tetap menjadi prioritas,” katanya.

Menurut Menlu RI,hal terpenting saat ini adalah Jepang telah secara transparan menginformasikan kemungkinan dampak radiasi kepada perwakilan negaranegara sahabat, baik di Tokyo maupun di kota-kota lain. ”Kami (perwakilan negaranegara di Jepang) telah mendapat informasi terkait risiko yang dihadapi sehingga kami bisa segera mengambil tindakan,” kata Marty. andika hendra m/ anastasia ika  

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: