Beranda > Uncategorized > >Pelangi Spirit Dua Seniman

>Pelangi Spirit Dua Seniman

>

Gagasan semangat (spirit)danirama (rhythm) dalam karyakarya ekspresif Iswanto dan Syayidin tecermin dalam balutan warna-warni cerah.

Dalam teori yang pernah dilontarkan pelukis S Sudjojono,warna-warna ceria adalah simbol optimisme. Iswanto dan Syayidin saling mengisi.Mereka memiliki kesamaan dalam balutan lukisan ekspresionisme yang kental. Namun,keduanya memiliki perbedaan karakter yang mencolok.Dalam melukis mereka juga kerap memiliki perbedaan seperti dalam pameran Spirit & Rhythmyang digelar di Mini Anchor West Mall Level 5,Grand Indonesia,2–6 Maret. Syayidin menganggap Iswanto sebagai gurunya dalam melukis.Banyak hal yang diperoleh lelaki kelahiran Indramayu dari sosok Iswanto.Mereka berdua pun kerap berdiskusi dalam proyek melukis.Hasilnya mereka bisa menggelar pameran bersama dengan tema yang menyatu. “Dia seperti guru saya.

Kami memang sepertinya memiliki kesamaan,tapi dalam karakter karya kami justru berseberangan,” ungkap Syayidin kepada wartawan seusai pembukaan pameran. Dalam pemeran ini karakter tersebut memang terwujud dalam karya-karya yang mereka hasilkan.Iswanto lebih banyak melukis dalam sudut spirit dari dalam.Sebaliknya,Syayidin seolah hendak mengabarkan irama atau rhythmdari sudut pandang luar. Dengan demikian,dalam buku pun Syayidin menyebut karya-karyanya ini dalam bentuk ekspresi staccato.Dia lebih banyak menciptakan karya tentang Nusantara dari penampakan luar sesuai emosi yang dia dapatkan.

Konsep garis,tekstur,warna,dan cahaya yang dimainkan kedua pelukis ini memang penuh nilai estetika.Mereka menuangkan seluruh emosinya dalam kanvas yang tidak hanya berukuran besar,tapi penuh warna-warni yang mencolok. Bagi Syayidin yang orang pesisir,konsep warna seperti itu menjadi ciri dalam kelugasannya berekspresi. “Saya hanya ingin menunjukkan bahwa kalau mau kuning ya kuning beneran.Mau merah ya merah betulan.Saya hanya ingin menunjukkan itu semua.Apalagi memang saya kanorang pesisir.Prinsip primordial saya sebagai orang Indramayu jadi terbawa dalam karya,”ungkap Syayidin.

Warna-warna cerah dalam karya mereka memang kental. Lebih dari 160 karya yang mereka pamerkan dipenuhi warna- warna cerah.Kombinasi warna merah dan kuning yang menyala terpancar dari tiap karya.Ditambah konsep garis yang spontan menjadikan permainan bentuk yang diciptakan seperti menyala.Luapan emosi-emosi tergurat jelas dan berkobar. Dalam karya-karya mereka hanya ada segelintir yang bernuansa gelap.Jika ada hitam dan putih pun tetap memercikkan emosi mereka.Dalam karya Syayidin,warna hitam putih hanya ada dalam karya Semangat Juangyang dilukis dalam kanvas berukuran 200×140 cm,Nada Pilu Nusantara, dan Nyanyian Pertiwi.Beberapa warna hitam dan putih tetap diselipi warna merah kuat.

Seperti Elegi Ritmik Kehidupan, Usai Latihan,Dalam Pentatonis,danHarmoni Cinta G Minor. Selebihnya,baik Syayidin maupun Iswanto,lebih suka memainkan warna-warna terang seperti kuning,merah,biru, hingga hijau muda.Dalam karya Kekuatan Pasti Menang, misalnya,Iswanto lebih banyak memainkan warna-warni cerah. Padahal,yang dia gambar adalah sosok singa yang tengah mengaum.Ekspresi dalam wujud warna ini dia goreskan melalui kolaborasi warna yang cantik.“Tidak hanya warna,kami menawarkan bentuk,gagasan,dan tema dalam pameran ini,”ungkap Syayidin.

Pada karya Syayidin,luapan emosi tampak lebih banyak dituangkan dalam bentuk irama atau nada-nada.Syayidin menggagas karyanya dalam lingkaran musik yang kental. Dia kerap menungkan ide-idenya ke dalam bentuk musikal. Seorang perempuan yang sedang memainkan alat musik hingga tari-tarian,misalnya. sofian dwi

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: