Beranda > Uncategorized > >NATO Pimpin Serangan ke Libya

>NATO Pimpin Serangan ke Libya

>TRIPOLI – Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang terdiri atas 28 negara sepakat memimpin pemberlakuan zona larangan terbang di Libya. NATO juga memimpin operasi yang bertujuan melindungi warga sipil, termasuk menyerang pasukan darat Libya di bawah komando pemimpin Muammar Khadafi.

“Kami telah sepakat, bersama aliansi NATO, untuk memindahkan komando dan kontrol zona larangan terbang di Libya pada NATO,”ujar Menlu Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton,yang berbicara setelah bertemu Presiden Barack Obama dan tim keamanan nasional AS. “Seluruh 28 negara aliansi juga mengesahkan otoritas militer untuk mengembangkan rencana operasi bagi NATO agar memperluas perlindungan sipil berdasarkan Resolusi 1973 (Dewan Keamanan PBB),”kata Hillary.

Hillary menyatakan kemajuan besar dalam lima hari terakhir. Dia juga menekankan dukungan penting Arab dalam operasi itu dan memuji Qatar dan Uni Emirat Arab yang bergabung bersama sekutu. Presiden Prancis Nicolas Sarkozy mengatakan, koordinasi internasional harus tetap dilakukan secara politik,meski NATO mengambil alih komando militer. “Ini akan memberi kesempatan anggota non- NATO, seperti mitra Arab, untuk terlibat dalam keputusan politik,”katanya.

“Mengetatkan sanksi dalam bidang minyak dan gas diperlukan untuk memastikan Khadafi tidak membayar tentaranya dengan sumber daya minyak,”ujar Sarkozy. Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron menyambut keputusan NATO untuk mengambil alih kontrol penerapan zona larangan terbang di Libya. “Keputusan NATO merupakan langkah penting ke depan dan akan memastikan bahwa upaya aliansi digunakan untuk memberi dampak terbaik,” kata Juru Bicara Kantor Cameron di Downing Street.

Gempur Ajdabiya

Kemarin, pasukan sekutu melancarkan serangan udara di hari ketujuh terhadap pasukan darat rezim Muammar Khadafi di Tripoli dan Ajdabiya. Pesawat tempur Inggris dan Prancis menggencarkan serangan terhadap pasukan darat di kota strategis Ajdabiya, bagian timur Libya. “Kami melakukan aksi sebagai bagian upaya internasional melindungi warga sipil terhadap rezim Khadafi,”ungkap Sekretaris Jenderal NATO Fogh Rasmussen kemarin. Dia menekankan,peran NATO terbatas untuk melaksanakan zona larangan terbang.

Menteri Pertahanan Inggris Liam Fox menuturkan, pesawat tempur Tornado GR4 meluncurkan rudal-rudal sepanjang malam terhadap kendaraan lapis baja Khadafi di Ajdabiya, 860 kilometer dari Tripoli. “Pesawat Tornado melepaskan sejumlah rudal kendali Brimstone menargetkan kendaraan lapis baja Libya yang mengancam warga sipil Ajdabiya,” katanya. Sebuah pesawat tempur Prancis juga menghancurkan artileri penting Libya kemarin malam di pinggiran Ajdabiya yang masih dalam kendali pemberontak.“ Saya ragu (perang) ini akan berakhir dalam beberapa hari.

Saya pikir akan berlangsung beberapa pekan,dan saya harap tidak akan sampai berbulan-bulan,” papar Panglima Pertahanan Prancis Laksamana Edouard Guillaud. Pemberontak bertempur untuk mengambil alih kembali Ajdabiya yang terletak di persimpangan jalan menuju basis mereka di Benghazi dan Tobruk. Saat ini Ajdabiya dikuasai pasukan Khadafi dan dijaga sejumlah kendaraan lapis baja di pintu masuk kota.

Sedangkan kondisi di Kota Misrata relatif tenang, meski para penembak jitu (sniper) rezim Khadafi masih berada di pusat kota.“Para snipermasih bersembunyi di gedung-gedung yang berada di Jalan Tripoli, Misrata. Kami tidak tahu berapa banyak yang masih tersisa. Pemberontak sejauh ini menewaskan 30 sniper,”kata Sami, juru bicara pemberontak. Pemberontak mengklaim berhasil mengontrol lagi pelabuhan yang menjadi lokasi penting bagi suplai makanan dan medis.

Warga mengaku listrik, air, dan layanan telepon tidak berfungsi. Seorang dokter yang merawat korban terluka di sebuah rumah sakit di Misrata mengatakan, serangan oleh pasukan Khadafi sejak 18 Maret sudah menewaskan 109 orang dan melukai 1.300 orang lain, 81 orang dalam kondisi kritis. Pada Kamis (24/3),satu pesawat tempur Khadafi yang mengabaikan zona larangan terbang langsung ditembak jatuh oleh pesawat Prancis setelah pesawat itu mendarat di Misrata, sekitar 214 kilometer timur Tripoli.“

Lokasiwargasipildanmiliter di Tripoli dan Tajura dibombardir rudal-rudal jarak jauh,”papar televisi Pemerintah Libya. Juru Bicara Pemerintah Libya di Tripoli mengatakan,lebih dari 100 warga sipil tewas sejak serangan udara sekutu dimulai Sabtu (19/3). Jumlah tersebut bisa terus bertambah seiring aksi militer sekutu yang terus membombardir wilayah Libya. Jenderal Carter Ham dari AS yang bertanggung jawab dalam operasi pasukan sekutu belum dapat memastikan tidak ada warga sipil yang tewas.“Kami mencoba agar serangan sangat tepat,”ujarnya.

Serangan udara pasukan sekutu sejak Sabtu (19/3) menargetkan pertahanan udara Libya, sesuai resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB). Namun, pasukan sekutu juga memberikan perlindungan terhadap pemberontak yang hendak menggulingkan Khadafi. AS mendesak militer Libya untuk mengabaikan semua perintah Khadafi.“Pesan kami sederhana: hentikan pertempuran, hentikanmembunuhrakyatmu sendiri, berhenti me-laksanakan perintah Kolonel Khadafi,” papar salah satu pimpinan pasukan AS,William Gortney.

Pentagon mengatakan, 12 negara kini terlibat dalam koalisi untuk memberlakukan zona larangan terbang,termasuk dua negara Arab,Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA), yang akan melibatkan 12 pesawat dalam beberapa hari mendatang. Qatar sudah mengirimkan dua pesawat tempur dan dua pesawat angkut militer untuk membantu pemberlakuan zona larangan terbang di Libya.

Emirat bersedia mengirimkan enam pesawat tempur F-16 dan enam pesawat Mirage untuk membantu pasukan sekutu di Libya.“Partisipasi UEA dalam patroli akan berlaku dalam beberapa hari mendatang,”papar Menteri Luar Negeri (Menlu) UEA Abdullah bin Zayed al- Nahayan,seperti dikutip AFP. Meski dibombardir bertubitubi oleh koalisi asing,pasukan Khadafi tetap mengontrol Tripoli.

Pasukan Khadafi kemarin menyerang Zintan, timur Tripoli, saat pemberontak berjuang mengambil alih lagi Kota Ajdabiya. Sebelum serangan udara kemarin pemberontak dipukul mundur oleh kendaraan lapis baja pasukan Khadafi di pintu gerbang Kota Ajdabiya. “Mereka menembaki kami dengan tank-tank, artileri,dan rudal-rudal Grad. Kami hanya memiliki persenjataan ringan,” kata Mohammed, pemberontak yang kembali dari garis depan pertempuran.

Bahas Krisis

Saat ini negara-negara Afrika bertemu di ibu kota Ethiopia, Addis Ababa, untuk membahas krisis Libya, bersama delegasi dari Libya, Uni Eropa,PBB,LigaArab,dan Organisasi Konferensi Islam (OKI). “Tujuannya untuk bertukar pikiran untuk mengambil langkah atas situasi di Libya dan mencari jalan solusi terhadap krisis itu,” kata Ketua Komisi Uni Afrika Jean Ping, sebelum menggelar pertemuan tertutup.

Ping baru pulang dari Eropa setelah bertemu Menlu Prancis Alain Juppe dan kepala diplomat Uni Eropa Catherine Ashton. “Situasi di Libya menjadi agenda utama dua pertemuan tersebut,” kata juru bicara Ping,Noureddine Mezni. Delegasi rezim Khadafi dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kongres Rakyat Umum Mohammed al-Zwai.Dia berada di ibu kota Ethiopia untuk berunding bersama empat menteri Libya.

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: