Beranda > Uncategorized > >Menyingkap Selubung Malam Kota Makassar

>Menyingkap Selubung Malam Kota Makassar

>

DI malam Minggu, bulan Juni, seorang teman mengajak lagi dugem di tempat hiburan yang ada di kawasan Makassar timur. Kebetulan, malam itu, pengusaha konstruksi itu akan merayakan ulang tahunnya ke-24.

Untuk memeriahkan ulang tahunnya, ia mengundang seorang disc jockey (DJ) wanita dari Jakarta. Cukup meriah. Penonton memadati tempat hiburan terbesar di Kota Makassar itu sampai bubar pukul 02.30 dinihari.

Kami duduk di sofa paling ujung bagian kanan pintu masuk. Kami berlima, semua laki-laki. Tetapi tak lama setelah dia menelepon, muncul lima wanita muda. Semakin ramailah sofa yang kami tempati.

Kali ini tak ada narkoba, kecuali minuman beralkohol. Dua botol red label dan satu botol jack daniel. Alunan musik yang dimainkan DJ membuat ratusan orang berjingkrak di tempatnya masing-masing.

Itulah awal saya mengenal Diana (nama samaran), satu dari lima wanita tadi. Gadis berkulit putih itu adalah mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta. Ia tinggal bersama empat temannya tadi, mengontrak sebuah rumah di kawasan Tanjung Bunga, Makassar.

“Kami berlima tinggal serumah di Tanjung Bunga. Kami mengontrak sebuah rumah, Rp 10 juta per tahun,” katanya. Wah, hebat juga gadis-gadis ini, ngontrak rumah Rp 10 juta per tahun. Dari mana dapat uang sebesar itu, itulah yang muncul di benakku.

Ketika bubar, teman yang punya gawe tadi mengajak makan mi titi, salah satu makanan khas di Makassar. Mereka berlima ternyata menggunakan sebuah mobil Honda Jazz warna merah. Selesai makan, kami pun berpisah.

Dua minggu kemudian, secara kebetulan saya bertemu lagi dengan kelima gadis itu di tempat yang sama. Siapa sebenarnya mereka? Dari percakapan ngalor-ngidul, akhirnya saya menjadi lebih akrab dengan mereka. Dari kelimanya, tiga mengaku sudah punya pacar. Tetapi anehnya, dua kali saya bertemu, ketiganya justru datang tanpa pacar.

Di awal bulan Juli, siang hari saya nekat ke rumah kontrakan Diana. Wouw, terbilang sebuah rumah mewah memang di kompleks itu. Lengkap dengan perabotnya.

Baru beberapa menit saya duduk, datanglah seseorang mengendarai sepeda motor membawa makanan siap saji dari Kentucky. Mereka ternyata baru akan makan siang.

“Ya, beginilah saban hari, kami tak pernah memasak di rumah. Setiap hari memesan makanan dari Kentucky lewat telepon,” kata Diana. Semakin menjadilah rasa penasaran saya.

Akhirnya, Diana pun berbicara secara terbuka. Mereka adalah gadis-gadis yang bisa menemani tamu sampai ke ranjang. Mereka sudah punya jaringan tamu-tamu dari luar kota seperti Jakarta, Surabaya, dan Papua.

Mobil Honda Jazz yang digunakan pun ternyata mobil rental. Termasuk nekat. Rental mobil sebulan dibayar Rp 6 juta. Mereka bisa ganti-ganti mobil, selalu mencari mobil yang baru, dan harus Honda Jazz. Benarkah senilai itu?

“Ya, benar, mereka menyewa mobil saya Rp 6 juta sebulan. Pembayarannya lancar,” kata Chandra ketika dikonfirmasi soal sewa mobilnya. Karyawan swasta itu mengaku hanya sekali pergi menagih sewa mobilnya, seterusnya ia menyuruh istrinya untuk menagih.

“Saya datang menagih pertama, wah, suasananya kurang memungkinkan. Di rumah, mereka mengenakan celana sangat minim, demikian juga bajunya. Itu pertama dan terakhir saya menagih, selebihnya istri saya yang datang menagih,” kata Chandra.

Sekali menemani tamu, menurut Diana, paling rendah ia memasok tarif Rp 1 juta untuk short time. Bila menginap, tarif bisa menjadi Rp 2 juta sampai Rp 2,5 juta. Dan, mereka paling senang bila menemani tamu dari Papua. Tamu dari daerah paling timur Indonesia itu punya banyak uang.

“Apalagi kalau rayuannya mengena, wah, pesawat tv dan perabot rumah pun dengan enteng bisa dibelikan. Itulah istimewanya kalau tamu dari Papua,” katanya.

Tetapi bagaimana dengan tiga rekannya yang sudah punya pacar tadi? Lagi-lagi cewek asal salah satu kabupaten di bagian utara Sulawesi Selatan itu menjelaskan, tidak ada masalah. Sebab sang wanita-lah yang menghidupi mereka.

Ketiga cowok itu malah menjadi tukang jaga rumah bila mereka berlima keluar malam. Ketiganya pula yang mengurusi rumah. Luar biasa kisah gadis-gadis mobil Honda Jazz ini.

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: